Berikut artikel kali ini saya ingin menjelaskan tentang cara membuat kerupuk ikan lele .Namun,sebelum itu anda perlu tau apa itu Ikan Lele?Mari kita simak.

Mengenal Apa Itu Ikan Lele

Ikan lele yang mempunyai nama latin Clarias gariepinus sp adalah ikan air tawar yang berasal dari benua Afrika. Lele mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1984. Mungkin setelah ikan lele ada di Indonesia, masyarakat mulai membudidayakannya.

Tubuh ikan lele agak pipih dan cukup licin karena memiliki banyak lendir. Jadi, jangan pada heran jika lele yang Anda pegang akan mudah tergelincir. Ikan lele mempunyai kumis menyerupai kucing sehingga lele disebut catfish dalam bahasa Inggris.

Di dalam mulut ikan lele mungkin terdapat patil meskipun tidak semua jenis lele memiliki patil. Patil lele adalah duri yang terletak pada sirip di bagian dada ikan lele. Berhati-hatilah kepada patil lele, karena patil lele tidak hanya tajam tetapi juga beracun.

Cara Membuat Kerupuk Ikan Lele

cara membuat kerupuk ikan lele

Hal pertama yang mungkin harus anda lakukan adalah belajar membuat kerupuk ikan lele, dan berikut adalah resep atau bahan yang anda perlukan untuk memulai bisnis kerupuk ikan lele:

Bahan Untuk Membuat Kerupuk Ikan Lele:
  • Daging ikan lele tanpa tulang sebanyak 500 gram.
  • Tepung tapioca 500 gram.
  • Minyak goreng
  • Air sebanyak 100 ml.
  • Gula
  • Garam
  • Telur bebek atau telur ayam sebanyak 2 butir
  • Plastik
  • Tali karet atau benang.

Usahakan bahan-bahan di atas anda dapatkan dalam keadaan segar agar hasil yang anda dapatkan juga lebih enak dan gurih, untuk memproduksi kerupuk ikan yang lebih banyak, anda tinggal menambahkan bahan sesuai data di atas sebanyak yang anda inginkan, namun dengan takaran yang pas. Untuk mempersempit biaya produksi, sebaiknya anda juga menggunakan mesin pembuat kerupuk agar proses dalam pemisahan tulang atau pencampuran bahan menjadi lebih baik dan efisien.

Langkah Untuk Membuat Kerupuk Ikan Lele:
  1. Pisahkan ikan lele dari patil, sirip, dan isi perutnya hingga bersih, kemudian cuci bersih.
  2. Kemudian kukus ikan lele yang sudah dibersihkan tadi hingga matang dan dinginkan.
  3. Haluskan daging menggunakan mesin penggiling daging atau jika memang tidak ada, anda bisa menumbuknya, namun untuk sekala yang besar sebaiknya menggunakan mesin penggiling daging agar hasilnya lebih bagus.
  4. Campurkan tepung tapioka yang sudah anda persiapkan tadi dengan air sedikit demi sedikit, kemudian tambahkan daging ikan lele yang sudah halus, garam, gula dan telur bebek.
  5. Aduk dan uleni campuran bahan tersebut hingga kalis dengan mesin pengaduk atau secara manual.
  6. Kemudian bungkus adonan tersebut dan masukkan adonan yang sudah di bungkus dengan plastik pembungkus ke dalam pengukus. Setelah matang, anda bisa mengangkatnya dan dinginkan.
  7. Iris tipis adonan yang sudah dingin tersebut, dan jemur hingga kering di bawah sinar matahari atau anda bisa menggunakan mesin pengering agar prosesnya lebih cepat.
  8. Kemudian anda mengoreng kerupuk lele yang sudah kering dan tiriskan. Setelah di rasa cukup, anda bisa mengemasnya dengan kemasan yang bagus agar banyak konsumen yang membelinya.
  9. Kerupuk ikan lele anda sudah siap untuk dijual dalam keadaan yang sudah matang atau digoreng, atau anda juga bisa menjualnya dalam keadaan mentah atau kering dalam kemasan yang baik pula.

Manfaat Super Mengonsumsi Ikan Lele

Ini adalah mungkin beberapa manfaat kesehatan ikan lele untuk kesehatan ibu dan janin yang bisa kita dapatkan darinya.

1. Lele Sebagai Sumber Protein

Ikan lele yaitu ikan air tawar yang dapat menjadi sumber protein tinggi. Proteinnya sekitar 20 persen. Fungsi protein yang ada didalam ikan lele tidak hanya meningkatkan protein yang Anda makan tetapi juga dapat menjadi pelengkap protein yang baik dalam menu Anda. Protein yang ada didalam lele, ada asam amino esensial lisin, metionin, dan leusin. Ikan lele mempunyai protein yang lebih tinggi daripada protein dalam susu dan daging.

Mungkin hampir 80 persen ikan air tawar mengandung protein dengan lisin dan metionin yang tinggi. Leusin digunakan untuk membantu pertumbuhan anak, membangun dan menghancurkan otot-otot. Lysine digunakan untuk membantu pertumbuhan dan pengobatan herpes. Lisin diperlukan untuk menjadi kerangka bagi niacin juga.

2. Mengandung Banyak Fosfor

Fosfor dalam lele mencapai 168 mg/100 gram. Terbukti bahwa fosfor yang ada didalam ikan lele lebih tinggi dari fosfor dalam telur. Telur hanya mengandung 100 mg. Fosfor digunakan untuk memberi penguatan, energi dalam lemak, mengekstrak metabolisme, menjadi pendukung kesehatan gusi dan gigi, membantu sintesis DNA dan penyerapan kalsium.

Ibu hamil mungkin membutuhkan banyak fosfor, karena bermanfaat untuk pertumbuhan tulang janin. Jika fosfor pada ibu hamil lebih sedikit, janin akan mengambil fosfor dari ibu. Hal ini bisa menyebabkan osteoporosis. Anda juga dapat membaca gejala osteoporosis dan bagaimana mencegah osteoporosis.

3. Kesehatan Kardiovaskular

Perbandingan potasium dan natrium dalam lele mencapai 24,5:1, sangat tinggi. Jadi, mungkin ikan lele sangat baik bagi kesehatan kardio dan arteri Anda. Istilah makanan mengatakan bahwa ikan lele terbaik untuk kesehatan jantung, perbandingan kalium dan natrium lebih dari 5:1. Potasium memiliki fungsi seperti:

  • Membantu mengontrol tekanan darah
  • Sebagai pembersih CO2 (Karbon dioksida) dalam darah
  • Sebagai pemicu ganglion dan fungsi otot
  • Jika dalm tingkat tinggi, dapat meluncurkan konsinyasi oksigen ke otak
  • Luncurkan keseimbangan kadar mineral dalam tubuh Anda
4. Rendah Lemak

Lemak pada ikan lele adalah lemak sederhana. Ini adalah trigliserida netral. Banyak lemak rendah yang dapat ditemukan di perut, terutama di bagian bawah tubuh ikan dan hati ikan. Selain itu, ada lemak yang kompleks juga. Karena rendah lemak, kolesterol akan terdorong secara tidak langsung.

5. Banyak Omega 3

Omega 3 berguna sebagai pembantu pertumbuhan janin otak pada ibu hamil. Ini juga penting untuk pertumbuhan penglihatan mata dan saraf bayi.

6. Sebagai Sumber Protein Singkat

Protein pendek yang ada pada ikan lele membuat dagingnya lebih mudah untuk diproses oleh tubuh Anda. Ikan lele sangat aman untuk sistem pencernaan. Jadi jika Anda mungkin ingin mengkonsumsi daging yang mudah diserap, ikan lele dapat menjadi pilihan pertama Anda.

Keunggulan Gizi Ikan Lele

Cara Membuat Kerupuk Ikan Lele- Lele mempunyai beberapa keunggulan pada kandungan gizinya bila dibandingkan dengan kandungan gizi daging hewan lainnya. Keunggulan utama dalam kandungan gizi lele mudah dicerna dan diserap secara optimal oleh tubuh.

Anak-anak, orang dewasa,dan lansia bisa mencerna gizi ikan lele lebih mudah. Ikan lele juga mungkin memiliki keunggulan pada kandungan asam amino. Lele mengandung semua unsur asam amino termasuk asam amino esensial yang berjumlah 8.

Kandungan leusin dan lisin yang ada pada lele cukup banyak dan melimpah. Leusin merupakan salah satu asam amino esensial yang penting untuk pertumbuhan. Selain itu leusin juga berperan terhadap perombakan dan pembentukan protein otot.

Keunggulan pada gizi lele juga terletak pada kandungan asam lemak omega-3. Asam lemak omega 3 yaitu zat gizi yang bermanfaat untuk perkembangan sel otak. Sel otak anak di bawah usia 12 tahun akan berkembang pesat jika mendapatkan asupan omega-3.

Kandungan gizi pada ikan lele mengandung asam lemak tidak jenuh yang lebih banyak daripada asam lemak jenuh. Ini adalah kabar baik bagi kesehatan tubuh Anda terutama kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Ikan lele juga mungkin memiliki keunggulan pada kandungan vitamin A. Vitamin A adalah vitamin yang sangat bermanfaat bagi kesehatan mata dan kulit. Tak hanya terdapat vitamin A, kandungan gizi lele juga mengandung vitamin B1 yang berperan pada proses metabolisme tubuh. Vitamin B1 juga memiliki manfaat untuk mencegah penyakit saraf.

Karakteristik Ikan Lele

Mungkin Anda bertanya mengapa lele yang bukan ikan asli Indonesia kini dikonsumsi oleh banyak orang terutama di Pulau Jawa. Mungkin Ini dikarenakan lele termasuk ikan yang sangat tahan dengan penyakit.

Ikan lele tidak gampang mati juga mampu bertahan hidup. Selain itu juga karakteristik ikan lele juga bisa tinggal di lingkungan yang padat. Mungkin hal inilah yang membuat banyak petani ikan yang memilih membudidayakan lele.

Membudidaya lele yang sangat berkembang membuat lele mudah didapat dan banyak ketersediaannya. Harga lele pun menjadi murah sehingga dipilih oleh masyarakat kebanyakan sebagai lauk.

Nama Lain Ikan Lele

Cara Membuat Kerupuk Ikan Lele- Lele juga telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Lele yang mungkin terdapat di daerah lain ternyata memiliki perbedaan nama. Di daerah Sumatera Barat, lele juga disebut  dengan nama ikan kalang, ikan kali, atau ikan lumat.

Nama lain dari ikan lele di antaranya ikan maut (Sumatera Utara), ikan duri (Sumatera Selatan), ikan pinlet (Kalimantan Selatan), ikan penang (Kalimantan Timur), ikan keling (Makassar), dan ikan lepi (Bugis).

Peluang Usaha Kerupuk Ikan Lele:

cara membuat kerupuk ikan lele

Info Usaha Kerupuk Lele

Kerupuk lele merupakan salah salah satu cara agar ikan lele dapat dimanfaatkan dan dapat memperpanjang daya simpannya. Sehingga mungkin ikan lele pun dapat dimakan dalam jangka waktu lama sebab telah dibuat menjadi kerupuk lele. Kerupuk lele ini sangat khas dengan sara gurih daging lele membuat banyak kalangan suka dengan camilan satu ini.

Saat ini keripik lele mungkin sudah dikenal hampir seluruh rakyat Indonesia. Camilan ini dijadikan sebagai menu favorit untuk suguhan dirumah dapat juga dimakan untuk menu lauk. Mungkin dengan banyaknya penikmat keripik lele maka ini kesempatan berlian untuk meraih keuntungan. Bisnis keripik lele  mungkin  sangat simple dan mudah, jadi silahkan dicoba menjalankan usaha yang berpeluang tinggi ini.

Persiapkan Modal Usaha Kerupuk Lele

Menjalankan usaha juga mungkin membutuhkan persiapan modal, modal ini dapat digunakan untuk membeli bahan baku pembuatan kerupuk lele, mempersiapkan peralatan produksi, kegiatan promosi dan lain – lain. Mungkin untuk menjalankan usaha kerupuk lele modal yang diperlukan tidak terlalu besar jadi membuka usaha keripik lele ini bisa disesuaikan dengan modal yang dimiliki.

Siapkan Bahan Baku Kerupuk Lele

Bahan untuk membuat keripik lele ini bisa dibeli dipasaran dengan harga terjangkau misalnya ikan lele, tepung terigu, tepung beras, bumbu keripik lele, dan minyak goreng. Bahan – bahan  untuk membuat keripik lele ini nantinya dicampurkan menjadi satu sesuai dengan takaran.

Siapkan Peralatan Pembuatan Kerupuk Lele

Supaya proses produksi keripik lele dapat berjalan lebih mudah maka siapkan peralatan produksi seperti wadah, kompor dan gas, wajan, peniris minyak, spatula, pisau, penghalus bumbu dan peralatan pendukung lain.

Konsumen Produk Kerupuk Lele

Camilan gurih dan renyah ini mampu menggoyang lidah siapa pun yang memakannya. Tak heran bila keripik lele banyak disukai oleh banyak kalangan. Mulai dari anak sampai orang tua dapat mengkonsumsi keripik lele yang gurih ini. Kerupuk lele sangat mudah dikonsumsi karena renyah dan empuk sehingga cocok untuk semua lidah masyarakat di Indonesia. Kandungan gizi dari ikan lele pun sangat bagus untuk tubuh.

Pengolahan Produk Kerupuk Lele

Produksi kerupuk lele yang dihasilkan sangat berpengaruh pada proses pengolahannya. Jadi, untuk para pembuat keripik lele yang enak sesuai dengan keinginan masyarakat maka buatlah sesuai dengan resep dan takarannya. Selain itu pengemasan produk keripik lele yang baik juga berpengaruh dalam penjualan olahan keripik lele.

Promosi Usaha Kerupuk Lele

Cara mempromosikan kerupuk lele ini bisa dengan cara menawarkan pada teman, tetangga, kerabat, menitipkan pada toko makanan, pasar dan tempat lainnya. Promosi yang meluas ini mungkin akan membuat produk keripik lele dikenal. Cara promosi dapat dengan membuat iklan dimedia elektronik. Selain itu membuat spanduk juga sangat tepat untuk mempromosikan produk keripik lele ini.

Strategi Usaha Kerupuk Lele

Supaya produk kerupuk lele diminati oleh banyak kalangan maka buat keripik lele dengan cita rasa khas. Penampilan kemasan bisa menarik konsumen untuk membelinya. Jadi, buatlah kemasan  produk keripik lele yang unik dan berbeda dengan yang ada dipasaran. Jaga selalu kualitas rasa keripik lele supaya konsumen selalu ingat dengan rasa yang ditawarkan.

Contoh Analisa Usaha Kerupuk Lele

Pada saat membuat usaha maka membutuhkan hitungan agar dapat mengetahui tentang pendapatan serta pengeluaran selama jalannya usaha. Sehingga, silahkan diperhatikan dengan baik tentang analisa usaha dari peluang bisnis keripik lele ini sebagai berikut :

Asumsi
  • Masa penggunaan pada kompor dan gas selama waktu 2 tahun
  • Masa penggunaan pada wajan selama waktu 2 tahun
  • Masa penggunaan pada baskom selama waktu 1.5 tahun
  • masa penggunaan pada spatula selama waktu 1 tahun
  • masa penggunaan pada peniris minyak selama waktu 4 tahun
  • masa penggunaan pada pisau selama waktu 2 tahun
  • masa penggunaan pada alat pengemas selama waktu 3 tahun
  • masa penggunaan pada peralatan tambahan selama waktu 3 tahun
Peralatan  Harga 
 Kompor dan gas  Rp. 450,000
 Wajan  Rp. 350,000
 Baskom  Rp. 110,000
 Spatula  Rp. 28,000
 Peniris minyak  Rp. 650,000
 Pisau  Rp. 62,000
 Alat pengemas  Rp. 395,000
 Peralatan tambahan  Rp. 120,000
 Jumlah Investasi  Rp. 2,165,000
Biaya Operasional
Biaya Operasional per Bulan
 Biaya Tetap  Nilai
 Penyusutan kompor dan gas 1/24 x Rp. 450.000  Rp. 18,750
 Penyusutan wajan 1/24 x Rp. 350.000  Rp. 14,583
 Penyusutan baskom  1/18 Rp. 110.000  Rp. 6,111
 Penyusutan  spatula  1/12 x Rp. 28.000  Rp. 2,333
 Penyusutan peniris minyak 1/48 x Rp. 650.000  Rp. 27,083
 Penyusutan pisau 1/24 x Rp. 62.000  Rp. 2,583
 Penyusutan alat pengemas  1/36 x Rp. 395.000  Rp. 10,972
 Penyusutan peralatan tambahan  1/36 x Rp. 120.000  Rp. 3,333
 Total Biaya Tetap  Rp. 85,750
Biaya Variabel
Biaya Variabel
 Ikan lele  Rp. 210,000  x 30  =  Rp. 6,300,000
 Tepung  Rp. 65,000  x 30  =  Rp. 1,950,000
 Minyak goreng  Rp. 80,000  x 30  =  Rp. 2,400,000
 Bumbu  Rp. 50,000  x 30  =  Rp. 1,500,000
 Kemasan  Rp. 21,000  x 30  =  Rp. 630,000
 Gas Lpg  Rp. 23,000  x 4  =  Rp. 92,000
 Biaya listrik  Rp. 80,000  x 1  =  Rp. 80,000
 Biaya air  Rp. 95,000  x 1  =  Rp. 95,000
 Biaya tambahan lain  Rp. 65,000  x 30  =  Rp. 1,950,000
 Total Biaya Variabel  Rp. 14,997,000

 

Total Biaya Operasional
 Biaya tetap + biaya variabel =  Rp. 15,082,750
Pendapatan
Pendapatan per Bulan
 Penjualan rata – rata =
39  kemasan  x  Rp. 13,500  =  Rp. 526,500
Rp. 526,500  x 30  hr  =  Rp. 15,795,000

 

Keuntungan per Bulan
 Laba    = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional
 Rp.      15,795,000  – 15,082,750  =  Rp. 712,250

 

Lama Balik Modal
Total Investasi / Keuntungan =  Rp. 2,165,000  : 712,250  = 3  bln

 

Analisa usaha dari bisnis keripik lele diatas yaitu mampu menghasilkan keuntungan yang menjanjikan untuk pelaku usaha. Dengan waktu yang lama balik modal cukup singkat yaitu sekitar 3 bulan lamanya.

Proses pembuatan keripik lele ini membutuhkan banyak waktu serta tenaga, jadi untuk mempermudah pekerjaan dibutuhkan mesin usaha yang berkualitas dan handal. Mesin yang sesuai dengan digunakan untuk membantu pembuatan keripik lele ini misalnya mesin spinner.

Sekian info untuk peluang usaha keripik lele dan analisa usahanya. Semoga info usaha keripik lele diatas bisa membantu menambah pengetahuan mengenai usaha yang masih menjajikan untuk dijalankan. Selamat mencoba.

 

 

× Whatsapp Kami!