Sudahkan anda mendengar tentang keripik pare? Sudahkan anda mencoba keripik pare? Pasti timbul pertanyaan bagaimana sih cara membuat keripik pare? Apakah sama dengan keripik yang lain? Keripik pare jelas bahan dasarnya dari pare tetapi cara membuat keripik pare agak sedikit berbeda dengan keripik yang lain.

Apakah anda termasuk salah satu orang yang suka ngemil? Keripik pare sangat cocok untuk camilan santai anda. Apalagi ditemani secangkir kopi, akan menambah suasana santai anda semakin nikmat dan lebih berwarna.

Mendengar kata pare saja sudah merasa seperti minum obat, terasa pahit seperti nempel terus pahitnya di lidah. Dan pare adalah salah satu bahan makanan yang cukup dijauhi orang karena rasanya.

Akan tetapi dalam Resep Renyah Cara Membuat Keripik Pare Dan Tidak Pahit ini akan memberikan suatu tutorial bagaimana cara membuat keripik pare tersebut tidak pahit saat dikunyah dan rasanya lebih renyah.

Apa itu Pare?

 

cara membuat keripik pare

Peria atau yang sering dikenal dengan pare adalah tanaman atau tumbuhan yang berasal dari India bagian barat, yaitu Assam dan Burma. Peria atau pare ini merupakan tumbuhan merambat yang hidup di wilayah bagian Asia Tropis dan juga anggota suku labu-labuan atau Cucurbitaceae.

Tumbuhan ini biasa dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai sayuran maupun bahan pengobatan. Momordica yang melekat pada nama binomialnya memiliki arti “gigitan” yang menunjukkan pemerian tepi daunnya yang bergerigi menyerupai bekas gigitan.

Nama lokal dari Peria : di daerah Jawa di sebut sebagai pariaparepare pahitpepareh; di daerah Sumatera disebut sebagai prieuforipeparekambehparia; di daerah Nusa Tenggara disebut sebagai payatruwukpaitappaliakpariakpania, dan pepule; sedangkan di daerah Sulawesi disebut sebagai  poyapudupentuparia belenggede, serta palia.

Peria memiliki ciri-ciri yaitu buahnya yang panjang dan runcing pada ujungnya dan permukaannya bergerigi. Tanaman ini tumbuh merambat dengan sulur berbentuk spiral, bercabang, berbau tidak enak serta batangnya berusuk isma, daun tunggal, bertangkai dan letaknya berseling.

Peria dapat tumbuh baik di dataran rendah dan dapat ditemukan tumbuh liar di tanah telantar, tegalan, dibudidayakan atau ditanam di pekarangan dengan dirambatkan di pagar. Tanaman ini dapat tumbuh subur di tempat- tempat yang agak terlindung tanpa memerlukan banyak cahaya matahari.

Apa manfaat pare?

Pare memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tetapi banyak orang yang tidak mengetahui manfaatnya dan banyak yang tidak suka karena rasanya yang pahit. Rasa pahit pare sangat terasa melekat pada lidah apalagi kebanyakan hanya disajikan dengan cara direbus atau dijadikan lalapan.

Sangat dianjurkan mengkonsumsi pare karena kandungan dan manfaat pare sangat baik bagi tubuh dan kesehatan kulit serta rambut.

1. Mencegah masalah kulit

Mengkonsumsi pare dapat mengobati penyakit kulit atau infeksi kulit, eksim dan psoriasis. Secara teratur mengkonsumsi pare juga bisa membantu tubuh meningkatkan kondisi psoriasis serta infeksi jamur lain seperti cacing cincin.

2. Anti penuaan

Pare mengandungan vitamin C yang merupakan antioksidan alami yang akan memerangi dan menghilangkan radikal bebas berbahaya. Dan juga mampu membantu mencegah keriput dengan memperlambat proses penuaan serta dapat melindungi kulit dari kerusakan yang disebabkan oleh sinar uv.

3. Mengatasi diabetes

Mengkonsumsi pare dapat mengtasi diabetes, dan mungkin ini bukan hal asing bagi mereka. Karena pare mengandung senyawa sulfornylurea dan sterol glikosida yang biasanya ditemukan dalam obat diabetes. Sehingga pare sangat bagus sekali untuk penderita diabetes.

4. Menambah nafsu makan

Meski rasanya pahit, ternyata pare bisa meningkatkan nafsu makan secara alami. Pare mengandungan asam trichosanat dan momordicin yang berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan dan meningkatkan fungsi pencernaan.

5. Menghambat perkembangan AIDS

AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti semua orang karena mempunyai efek yang bisa mematikan dan menyebabkan penderitannya tersiksa serta kesulitan untuk mendapatkan obat. Mengkonsumsi pare dapat mengurangi penyebaran atau menghambat AIDS karena mengandung protein alpha-momocharin atau MAP 30 yang diteliti mampu mengurangi penyebaran penyakit AIDS.

6. Menangkal Sel kanker

Pare dapat digunakan untuk menangkal sel kanker. Karena  mengandungan zat lesichin yang bermanfaat dalam meningkatkan kekebalan dan menangkal sel kanker di tubuh anda.

Apa efek samping pare?

Pare aman dikonsumsi untuk semua orang asalkan dikonsumsi secara tepat dan tidak berlebihan. Ketika memasak pare harus benar-benar matang dan disarankan agar tidak mencampur pare degan beberapa jenis sayuran seperti bayam da pepaya muda dala satu panci.

Dengan mencampur ketiganya bisa menimbulkan senyawa beracun yang dapat mempengaruhi kesehatan lambung. Tidak dianjurkan mengkonsumsi pare lebih dari dua bulan karena dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Beberapa efek samping yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1. Keguguran

Bagi ibu yang sedang hamil tidak disarankan mengkonsumsi pare dala jumlah banyak. Meskipun pare memiliki kandungan folat yang dapat bermanfaat bagi pertumbuhan janin, tetapi alangkah baiknya calon ibu hamil mengetahui dalam mengkonsumsi pare harus sesuai dengan petunjuk serta anjuran dari dokter.

Momorcharins yang terkandung di dalam pare dapat merangsang rahim, senyawa inilah yang dapat menyebabkan keguguran janin.

2. Gula darah turun drastis

Mengkonsumsi pare dapat menurunkan gula darah merupakan pertanda baik bagi penderita diabetes. Akan tetapi, mengkonsumsi secara berlebihan justru dapat menurunkan gula darah secara drastis.

Gula darah tidak selalu diturunkan tetapi alangkah baiknya dikontrol secara teratur. Jika memang gula darah tinggi maka ambil tindakan pencegahan untuk menurunkannya. Tetapi bila sehat dan normal maka sebaiknya jangan mengkonsumsi pare berlebihan agar gula darah tidak semakin menurun.

3. Kegagalan operasi

Tidak disarankan bagi orang yang sedang dalam masa kemoterapi, menjalani metode pengobatan tertentu, serta yang akan menjalani bedah mengkonsumsi pare karena kandungan momorcharins sangat berpengaruh pada kontrol gula darah yang dapat menjadikan kondisi tidak stabil pada kadar gula darah pada pasien operasi.

Baca : Cara Membuat Keripik Buah Naga Yang Renyah Dan Mudah

Cara Membuat Keripik Pare

Untuk menghilangkan rasa pahit pada pare yaitu buang bijinya kemudian iris tipis-tipis lalu rendam ke dalam air yang sudah dicampur dengan garam selama 24 jam lalu tiriskan. Meskipun agak terasa pahit tapi dengan cara tersebut sangat efektif menghilangkan tingakat kepahitan dalam pare. Mungkin dengan lebih lama proses perendaman akan lebih menghilangkan rasa pahitnya.

cara membuat keripik pare

Bahan:

  • 2 kg Pare
  • 1 kg tepung beras
  • 3 butir telur utuh
  • 2 bks Royco
  • Garam secukupnya
  • Air secukupnya
  • Minyak secukupnya untuk menggoreng
Bumbu dihaluskan:
  • 3 siung bawang putih
  • 3 biji kemiri
  • 2 ruas kencur
  • 1 sdt ketumbar

Cara Membuat Keripik Pare

  1. Masukkan semua bahan kecuali minyak goreng kemudian aduk semua bahan hingga rata.
  2. Kemudian celupkan sedikit pare ke dalam adonan.
  3. Angkat irisan pare satu persatu tujuannya agar tidak lengkat atau menyatu pada saat digoreng kemudian goreng dalam minyak panas hingga matang.
  4. Tiriskan hingga minyak yang menempel hilang kemudian bungkus yang rapat atau masukkan ke dalam toples yang tertutup rapat agar tidak cepat melempem.

Demikian tips atau cara membuat keripik pare yang sederhana. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan bagi anda tentang bagaimana cara mengkreasikan tumbuhan pare. Diharapkan dengan inovasi-inovasi baru dapat membuat pare menjadi suatu makanan yang bisa terkenal baik di ranah nasional maupun internasional.